Postingan

Aku dan Pekerjaanku

Gambar
Aku benci datangnya pagi. Bagiku malam adalah kebebasan, bebas dari tekanan apa saja dan aku bisa melakukan apa yang aku inginkan. Sepi, sunyi. Sampai aku bisa mendengarkan suara-suara malam. Suara tikus yang berlarian di atas plafon. Besok, ya  hari besok aku membencinya . Untuk saat ini aku tidak hanya membenci hari besok tetapi juga membenci setiap hari kerja. Kalian tau kenapa aku membencinya? Karena pikiranku sudah jenuh dan aku ingin cari suasana  baru. Dan bahkan  aku  sering memikir dan memilih untuk berhenti .Tapi apa daya, tidak semudah yang aku inginkan.Semua masih sibuk mengurus dirinya sendiri. Jadi aku juga Memikirkan nasib sendiri yg entah akan kemana dan bagaimana nantinya😴...

Malam Ini

Gambar
Malam ini cerah. Bulan muncul bersama bintang terakhir yang berdampingan . Tidak ada awan dan mendung menggantung dilangit . Udara dingin dan juga angin kencang berbisik mengabarkan . Kau akan hidup abadi dalam cinta-Nya . Di saat kamu tidak lagi menginginkan surga, dan iblis pun takut menjadi pelayanmu di neraka

Jika satu frekuensi

Gambar
Bagaimana jika kita saling memahami,saling percaya dan sampai pada saling melengkapi. Bagaimana juga kalau kita satu arah,satu tujuan, sampai pada satu persatuan. Aku hanya bisa mengatakan bagaimana, pada perasaan yang belum terbawa suasana.aku hanya bisa berharap perihal hati yang menghilang bertahap . Sedikit demi sedikit kamu mulai bertingkah egomu yang mulai nampak, acuhmu yang terlihat samar-samar, sampai pada hatimu yang  memudar berlahan -lahan . Aku tak pandai memilih dan memilah ,aku menerima apa yang terbaik untuk diriku .akupun tetap bersyukur pernah setengah waktu dicintai olehmu. Karna ku tau mungkin tardirmu adalah meninggalkanku

Hariku Jenuh

Gambar
           Jenuh Sekali Jenuh sekali kurasa Lelah sekali aku bekerja Istirahat yang kupinta Rebah santaikan jiwa raga. Jenuh sekali Membuat otak tak berpikir Aku ingin istirahat Tapi terhalang oleh pekerjaan😴

"Dewasa & Cinta"

Gambar
Menurut saya sih Menjadi dewasa itu bukan tentang berapa umur kita tetapi tentang cara kita berpikir. Dimana kita itu bisa memilih suatu keputusan dan juga menyelesaikan sebuah keputusan dengan sangat bijaksana ,dan Juga tidak bermain-main dengan perasaan orang lain. Ketika kita mengenal cinta kita juga harus punya tujuan berikan kepastian pada-Nya, Jangan sakiti perasaan-Nya,buatlah dia percaya akan hal diri kita dengan kita menjaga perasaanya, dengan kita membuktikan sesuatu . Karna ini tentang bukti bukan janji.

"Tawa Yang Hilang"

Gambar
        " Tentang Tawa Yang             Hilang" Bila tidak ada penerapan kata abadi untuk kisah yang tepat, Maka akan ku pinjam sebentar untuk melengkapi penggalan kisah Tertoreh dalam perjalanan tanpa jeda, Suara tawa seakan menjadi gema yang memekakkan penjuru bumi Air mata buaya ku anggap tepat untuk permusuhan yang hilang dengan satu kedipan mata Apa yang kita perebutkan? Jika semua bisa di bagi dua😴 Kau tampak kekanakan  dan mungkin aku masih tampak demikian waktu itu Tinggi kita mungkin tak lebih dari sepertiga orang dewasa Tapi orang dewasa mana yang bisa sebahagia memiliki kesenangan seperti yang kita miliki Apapun, daun kering, tanah basah, cacing tanah dan ulat bulu seperti terlihat lucu Menyuarakan tawa, menyusun mimpi, menguatkan, dan kita melupakan Akhir dari kisah abadi yang harus ku akui tidak akan pernah ada Tumbuh dewasa melupakanmu untuk tetap menggaduhkan bumi, bersamaku

"LUKA JIWA"

Gambar
                  "LUKA JIWA" “Aku letih,” begitu katamu. Malam itu. Dan rembulanpun mendadak pucat saat mataku memaku pelupuk matamu Ada kabut melintas disana “Kau terlalu jauh kurengkuh,”katamu lagi. Lalu anginpun tiba-tiba berhenti berbisik Pucuk pepohonan meneteskan airmata Batinku tersayat pisau keyakinanku Kala matamu yang luka menghunjam “Jangan tinggalkan aku,” ucapmu lirih Dan teratai kolampun tertunduk lesu Angsa-angsa tak lagi menari Aku tersenyum dan mataku berkata: “Aku tetap disampingmu” Lalu jemariku Jemarimu bertaut Saat nadimu tak lagi berdenyut Kemudian, tanyapun tak memperoleh jawab