"Tawa Yang Hilang"

        " Tentang Tawa Yang             Hilang"

Bila tidak ada penerapan kata abadi untuk kisah yang tepat,
Maka akan ku pinjam sebentar untuk melengkapi penggalan kisah Tertoreh dalam perjalanan tanpa jeda,
Suara tawa seakan menjadi gema yang memekakkan penjuru bumi

Air mata buaya ku anggap tepat untuk permusuhan yang hilang dengan satu kedipan mata
Apa yang kita perebutkan? Jika semua bisa di bagi dua😴

Kau tampak kekanakan  dan mungkin aku masih tampak demikian waktu itu
Tinggi kita mungkin tak lebih dari sepertiga orang dewasa
Tapi orang dewasa mana yang bisa sebahagia memiliki kesenangan seperti yang kita miliki

Apapun, daun kering, tanah basah, cacing tanah dan ulat bulu seperti terlihat lucu

Menyuarakan tawa, menyusun mimpi, menguatkan, dan kita melupakan

Akhir dari kisah abadi yang harus ku akui tidak akan pernah ada
Tumbuh dewasa melupakanmu untuk tetap menggaduhkan bumi, bersamaku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PENGAMATAN PROSES FOTOSINTESIS PADA DAUN JAMBU

"Benalu Dalam Kiasan"